Archive for May 2013
Memonitor Kinerja Jaringan
Kinerja
jaringan perlu diukur secara berkala agar dapat diamati
kondisinya. Setiap sistem Jaringan memiliki perilaku masing-masing. Agar
kita dapat mengenali perilaku normal dari suatu jaringan, kita perlu
melakukan pengamatan selama selang waktu tertentu. Hasil pengamatan
tersebut kita jadikan tolok ukur/baseline, yang selanjutnya dipakai
untuk menentukan apakah kondisi pada saat tertentu normal atau tidak.
Pernahkah anda menonton film Trilogi Matrix, jika pernah pasti anda pernah melihat sebuah software yang digunakan untuk menscanning suatu jaringan dan membobol sistem tangga darurat. Nah, software tersebut benar-benar ada di dunia nyata, software tersebut adalah nmap. Nmap / Network Map adalah sebuah aplikasi yang dapat Anda pakai untuk memonitor jaringan Anda dari berbagai virus dan serangan yang mencurigakan. Termasuk untuk mengecek kesalahan konfigurasi jika memang ada. Nmap memang di desain untuk menjadi sebuah utilitas gratis untuk penjelajahan jaringan atau audit keamanan. Banyak administrator sistem dan jaringan juga merasakan bahwa program ini sangat berguna untuk beberapa pekerjaan seperti network inventory, mengatur setting jaringan, penjadwalan upgrade, dan monitoring penyimpanan data.
Nmap menggunakan paket IP raw dengan cara yang baru untuk menentukan apa saja yang tersedia di dalam jaringan, layanan apa saja (nama aplikasi dan versi) yang disimpan atau di-hosting yang ditawarkan, system operasi apa (dan versi berapa) yang berjalan, paket filter / firewall apa yang sedang digunakan, dan puluhan karakteristik lainnya. Program ini memang dirancang untuk secara cepat melakukan scanning jaringan yang besar, tetapi tetap bekerja dengan baik pada setiap komputer tunggal.
Beberapa fitur nmap adalah
- Flexible mendukung banyak sekali teknik canggih untuk memetakan jaringan dengan menggunakan IP Filters, firewall, router, dan hambatan lainnya. Ini juga memiliki beberapa mekanisme port scanning (baik TCP dan UDP), deteksi OS, deteksi versi, ping sweeps, dan lain sebagainya.
- Powerful Nmap telah digunakan untuk scanning jaringan yang besar dari ratusan ribu mesin.
- Portable kebanyakan system operasi telah di dukung oleh Nmap. Beberapa di antaranya termasuk Linux, Microsoft Windows, FreeBSD, OpenBSD, Solaris, IRIX, Mac OS X, HP-UX, NetBSD, Sun OS, Amiga, dan lain lain.
- Free Software ini tersedia secara gratis.
- Desain, saat ini terdapat nmap versi GUI, yaitu zenmap, dan tutorial dibawah akan mengajarkan anda bagaimana menggunakan nmap versi GUI tersebut.
Dalam tutorial dibawah, anda akan disuguhkan bagaimana cara menscanning atau mengaudit sebuah jaringan. Oke langsung saja,
- Disini kita anggap IP yang kita miliki adalah 10.151.43.135 dan akan menscan atau mengaudit sebuah IP server yaitu 10.151.31.2 (masih dalam satu big subnet dengan IP kita)
- Download terlebih dahulu Zenmap (nmap versi GUI) di http://nmap.org/dist/nmap-5.51-setup.exe
- Kemudian jalankan installernya seperti biasa. Setelah terinstall, langsung buka programnya.
- Untuk zenmap ini kita sangat dimudahkan untuk memerintahkan nmap, kita tidak perlu capek-capek mengetik dalam command prompt, cukup dengan memilih list tipe scanning apa yang ingin kita jalankan, maka zenmap bisa langsung menggenerate command nmap-nya
- Oke langsung saja, kita akan lakukan “intense scan” dengan zenmap, kita ganti profilenya ke mode “intense scan”, kemudian isikan targetnya dengan 10.151.31.2. maka secara langsung textfield command akan terisi “nmap –T4 –A –v 10.151.31.2”
Berikut ini daftar ports dan protocol yang telah di pindai
Gambar topology IP target dengan IP kita
Gambar informasi detail IP target kita
Daftar jenis profile atau jenis scan yang disediakan oleh zenmap
Dengan adanya software scanning dan audit jaringan seperti nmap ini, sangat bermanfaat bagi para administrator jaringan. Karena dengan bantuan freeware ini kerja mereka sangat-sangat terbantu. Terutama bagi adminsitrator yang mengawasi jaringan vital dan sering diserang para peretas.
Referens
Menguji Server
A. Mengkonfigurasikan Network Interface Card
Network
Interface Card (NIC) juga lazim disebut Local Area Network Card (LAN Card). NIC
harus dipasang pada komputer, agar komputer dapat “berinteraksi” dengan
jaringan. Setelah
NIC dipasang pada slot PCI/ISA di mainboard komputer secara benar, Microsoft
Windows XP akan menampilkan konfirmasi “Found New Hardware” artinya NIC yang
telah dipasang terdeteksi oleh Microsoft Windows XP. Biarkan beberapa menit,
sampai NIC siap digunakan, jika NIC merupakan hardware plug and play.
Jika tidak, Anda harus menginstall dengan driver yang disertakan dalam
pembelian NIC.
B.
Pemasangan
Kabel
Ikutilah aturan pemasangan kabel pada RJ-45 (cripping kabel) pada setiap ujungnya seperti pada bab semula. Tancapkan salah satu ujungnya di NIC setiap komputer dan ujung yang lainnya pada hub/switch.
Ikutilah aturan pemasangan kabel pada RJ-45 (cripping kabel) pada setiap ujungnya seperti pada bab semula. Tancapkan salah satu ujungnya di NIC setiap komputer dan ujung yang lainnya pada hub/switch.
C.
Pengaktifan
Hub/Switch
Nyalakan switch dengan baik dan benar.
Nyalakan switch dengan baik dan benar.
D.
Memberikan IP Address
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau diisi secara manual.
IP address dan subnet mask dapat diberikan secara otomatis menggunakan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) atau diisi secara manual.
Prosedur yang dilakukan untuk mengisikan IP address :
1. Klik Start – Control Panel – Network and Internet Connections – Network Connections
2. Klik kanan pada NIC yang tersedia – Properties – Networking – Internet Protocol (TCP/IP) –
Properties
3. Pada IP Address, terdapat dua pilihan:
· Obtain an IP address automatically
1. Klik Start – Control Panel – Network and Internet Connections – Network Connections
2. Klik kanan pada NIC yang tersedia – Properties – Networking – Internet Protocol (TCP/IP) –
Properties
3. Pada IP Address, terdapat dua pilihan:
· Obtain an IP address automatically
IP address akan diperoleh melalui fasilitas DHCP. DHCP berfungsi
untuk memberikan IP address secara otomatis pada komputer yang menggunakan
protokol TCP/IP. DHCP bekerja dengan relasi client-server, dimana DHCP server
menyediakan suatu kelompok IP address yang dapat diberikan pada DHCP client.
Dalam memberikan IP address ini, DHCP hanya meminjamkan IP address tersebut.
Jadi pemberian IP address ini berlangsung secara dinamis.
Specify an IP address
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
Keterangan:
Sebagai latihan IP Addressnya pada komputer 1 adalah 192.168.1.3
IP Addressnya pada komputer 2 adalah 192.168.1.4
IP Addressnya pada komputer 3 adalah 192.168.1.5 dan seterusnya
Subnet mask semua komputer adalah 255.255.255.0
Gateway semua komputer adalah 192.168.1.1
DNS boleh diisi, boleh juga tidak. Tergantung kecepatan ISP.
Pada Speedy DNS Prefer adalah 202.134.1.10
DNS Alternative adalah 202.134.0.155
IP address dan subnet mask diisi secara manual.
Keterangan:
Sebagai latihan IP Addressnya pada komputer 1 adalah 192.168.1.3
IP Addressnya pada komputer 2 adalah 192.168.1.4
IP Addressnya pada komputer 3 adalah 192.168.1.5 dan seterusnya
Subnet mask semua komputer adalah 255.255.255.0
Gateway semua komputer adalah 192.168.1.1
DNS boleh diisi, boleh juga tidak. Tergantung kecepatan ISP.
Pada Speedy DNS Prefer adalah 202.134.1.10
DNS Alternative adalah 202.134.0.155
4.
Klik OK
Komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows XP di dalam jaringan komputer harus menggunakan nama yang unik untuk menghindari adanya tumpang-tindih dengan komputer lain. Untuk memberikan nama dapat mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Klik Start – Control Panel – Performance and Maintenance – System
2. Klik Change
Ketikkan nama komputer tersebut, begitu juga pada workgroup.
Catatan:
· Nama setiap komputer dalam satu jaringan tidak boleh sama
· Nama workgroup setiap komputer dalam satu jaringan harus sama
3. Klik OK.
Catatan:
Biasanya komputer minta direstart, restartlah supaya komputer mendeteksi seluruh pengkonfigurasian jaringan secara sempurna.
F. Menguji Keterhubungan Jaringan Komputer
Setelah proses instalasi dan konfigurasi sistem jaringan selesai, maka perlu dilakukan test/uji. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah instalasi (mulai dari memasang kabel sampai dengan konfigurasi sistem secara software) telah dilakukan dengan benar.
Untuk mengetest TCP/IP dapat dilakukan dengan cara berikut:
1. Klik Start – All Programs – Accessories – Command Prompt
2. Ketikkan ipconfig
Perintah IPConfig digunakan untuk melihat indikasi pada konfigurasi IP yang terpasang pada Komputer kita. dari gambar diatas kita dapat melihat beberapa informasi penting setelah kita menjalankan perintah IPConfig pada jendela command prompt di komputer kita, misalnya adalah kita bisa melihat Host Name, primary DNS jaringan, physical Address dan sebagainya. Harus diingat bahwa perintah ini dapat dijalankan dengan baik apabila telah terpasang Network Card di komputer anda. Ipconfig menampilkan informasi berdasarkan Network Card yang terpasang.
3. Pada komputer 1, ketikkan ping 192.168.1.4 untuk mendeteksi keterhubungan dengan komputer 2.
Catatan:
· Kalau terdapat tulisan Request timed out berarti setting belum benar
· Kalau terdapat tulisan Reply ... (0% loss) berarti setting jaringan sudah benar dan Anda dapat bertukar file maupun mencetak melalui jaringan.
Reference : Disini
Diposting oleh 123asd
Memilih komponen server
Hasilnya? Banyak server yang tidak sesuai kebutuhan (berlebihan) atau malah tak berfungsi alias mubazir. Untuk itu, dalam kesempatan ini, saya akan memaparkan mengenai teknologi server termasuk di dalamnya bagaimana memilih server yang baik. Pasalnya, memilih server yang tepat, bisa menjadi mudah atau bahkan juga sulit karena banyak pertimbangan teknologi teknis yang digunakan. Untuk lebih jelasnya teknik memilih server terbagi dalam beberapa cara yaitu berdasarkan:
A. Role (Penggunaan) Server
B. Merek Server
C. Budget
D. Fitur Server
E. Lain-lainnya.
A. Role (Penggunaan)
Langkah pertama yang paling tepat untuk memilih server adalah menetukan tujuan penggunaannya, yaitu bisa dibagi sebagai berikut:
1. File server
Untuk file server, biasanya Anda membutuhkan berbagai fasilitas berikut :
a. Kapasitas disk yang besar
Gunakan harddisk tipe SATA/ SATA-II yang kapasitasnya bisa mencapai ratusan Gigabyte namun dengan harga ekonomis.
b. Performa disk yang baik dan keamanan data
Beli card RAID, dan atur agar RAID-0 (mirroring) diimplementasikan di server. Dengan ini, maka satu hard disk akan bertindak sebagai mirror (cermin) dari hard disk yang lainnya. Ketika satu hard disk rusak, maka data Anda tetap selamat di hard disk yang lainnya.
c. Kecepatan transfer data.
Gunakan server dengan card network 100 Mbps / 1 Gbps atau yang lebih kencang di server lalu sambungkan ke switch utama/ core di jaringan komputer Anda. Maka dengan ini setiap komputer di jaringan tersebut akan bisa mendapatkan kecepatan transfer yang tinggi dari server ini.
2. E-Mail server
Untuk server e-mail, biasanya Anda membutuhkan berbagai fasilitas berikut :
a. Pemrosesan e-mail yang cepat.
Gunakan hard disk tipe SCSI / SAS, karena interface SCSI/ SAS jauh lebih efisien dalam memproses file-file berukuran kecil namun berjumlah banyak yaitu karakteristik server e-mail.
b. Keamanan e-mail di server.
Pasang card RAID di server, dan gunakan konfigurasi RAID-5. Konfigurasi ini memberikan proteksi data yang cukup bagus, tanpa membuat performa turun terlalu banyak; dan dengan biaya yang lebih terjangkau daripada RAID 1.
c. Transfer email yang kencang.
Gunakan card network 100 Mbps atau yang lebih kencang di server.
3. Database server
Untuk database server, apalagi yang akan melayani banyak user (pengguna)/ query yang berat, maka Anda harus menyiapkan server Anda sebagai berikut :
a. Pasang prosesor sebanyak-banyaknya, jika database engine yang digunakan bisa memanfaatkannya dengan efisien (seperti Oracle, PostgreSQL, dan lain-lainnya)
b. Pasang memori (RAM) sebesar-besarnya; jangan ragu misalnya untuk memasang memori sebesar 4 GB atau lebih. Lalu, jangan lupa mengkonfigurasikan software databasenya agar memanfaatkan seluruh memori yang ada tersebut secara maksimal. Contoh, jika masih ada banyak sisa memory yang tidak dimanfaatkan oleh database, maka atur agar kemudian dipakai sebagai query cache.
c. Pasang hard disk dalam konfigurasi RAID-5, hal ini akan memberikan perimbangan yang baik antara performa, keamanan data, dan kapasitas penyimpanan data.
d. Setup redundancy & resiliency semaksimal mungkin – dual power supply, hot swappable hard disk dan seterusnya.
4. Web server
Biasanya web server tidak membutuhkan spesifikasi yang terlalu besar, apalagi jika Anda menggunakan berbagai web server open-source seperti Apache. Namun, ceritanya bisa menjadi lain jika Anda juga menjalankan application server (seperti: mod_php, mod_perl, Tomcat, dll) di server yang sama - silahkan lihat poin dibawah ini.
5. Application (Aplikasi) server
Biasanya untuk application server (PHP, J2EE, JSP, mod_perl, dll) Anda harus menkonfigurasikan server Anda sebagai berikut :
a. Perbesar kapasitas memori: Jika menjalankan apilakasi-server berbasis Java, jangan segan-segan untuk memasang memory sebesar 2 GB atau lebih di server.
b. Gunakan prosesor yang tercepat yang bisa Anda dapatkan untuk server tersebut.
c. Gunakan hard disk berukuran besar, walaupun kapasitasnya belum tentu yang terbesar.
d. Pastikan bahwa model server yang bersangkutan memiliki bandwidth yang paling besar dari prosesor ke memori.
B. Merk Server
Merek server sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, namun adakalanya Anda perlu mempertimbangkan merek server dengan alasan:
1. Corporate standard
Ada kalanya kantor Anda telah menentukan standar merk komputer dan server yang akan digunakan. Hal ini menyangkut harga yang lebih murah, mempermudah proses/ birokrasi pengadaan (procurement) server, memungkinkan untuk meningkatkan kualitas layanan purna jual terhadap komputer yang ada dan sebagainya.
2. Fitur khusus
Bisa jadi kebijakan kantor Anda telah memutuskan untuk “Go Open Source” sehingga hanya merk server tertentu yang bisa berjalan di sistem operasi Linux.
3. Local Support
Ada beberapa merek produsen server yang belum memiliki atau banyak kantor representatif di Indonesia. Jadi meski produk dan harganya bagus, namun Anda akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan dukungan teknis/ servisnya.
Terkait dengan merek server, banyak pengguna server yang bertanya apa bedanya server branded (IBM, HP, Dell, dsb) dengan server rakitan sendiri? Supaya lebih jelas perbandingannya sebagai berikut:
1. Server Branded
a. Harganya cenderung lebih mahal.
b. Biasanya bisa di upgrade sampai beberapa kali lipat dari kapasitas awalnya
c. Bisa dibuat sangat resilient / tangguh: dual/triple/quad power supply, hard disk hot swap, dan lain-lainnya.
d. Bandwidth internal (prosesor - memory - komponen) cenderung jauh lebih besar, karena menggunakan chipset khusus server
e. Biasanya sudah menyertakan software manajemen server, sehingga mudah untuk di manage dalam jumlah yang banyak sekalipun.
f. Komponen yang digunakan berkualitas tinggi, sehingga dapat berfungsi selama bertahun-tahun tanpa masalah sama sekali.
2. Server Rakitan
a. Biasanya jauh murah
b. Bisa diatur sehingga sangat sesuai dengan kebutuhan kita
C. Budget
Adalah lazim jika budget menjadi pembatas dalam proses pemilihan server. Dan saya kira jelas tidak lazim ketika suatu proses pemilihan server tidak ada batasan budgetnya (walaupun juga bukan berarti bahwa ini mustahil untuk dapat terjadi). Pada soal budget ini, kita perlu sangat berhati-hati dalam menyeimbangkan antara kebutuhan sistem, dengan batasan budget yang ada. Jangan sampai kita jadi mengorbankan kemampuan fungsi & reliabilitas server karena untuk menghemat sedikit uang.
Salah satu trik mengatasi keterbatasan budget adalah dengan memanfaatkan virtual computing. Saya pernah ditugaskan untuk mendapatkan 4 buah server, dengan 1 buah server saja. Yang saya lakukan kemudian adalah mendapatkan sebuah server quad-core dengan kapasitas memory yang besar, dan lalu setup 4 buah virtual server; dengan setiap virtual server di-cantolkan ke core prosesor yang berbeda-beda. Dengan begitu efisiensi biaya bisa diperoleh.
D. Fitur Server
Setiap jenis server memiliki fitur (fasilitas tambahan) yang berbeda-beda. Fitur-fitur ini jelas akan menambah harga server. Namun jika Anda memerlukannya, tak ada salahnya Anda pertimbangkan. Secara garis besar ada beberapa fitur yang bisa Anda lihat dari server, yakni:
1. Kemampuan Upgrade
Ada yang ukurannya sangat besar, sehingga bisa di-upgrade bahkan sampai ratusan kali lipat kapasitas awalnya. Kelebihan komputer tipe server daripada komputer biasa adalah kemampuan upgrade-nya. Walaupun ini tidak selalu benar juga, terutama pada small form factor servers (1U / mini servers). Pada saat membeli server, perlu Anda pertimbangkan – apakah akan ada penambahan load yang signifikan di masa depan atau tidak? Lihat tren perkembangan beban/load pada sistem sejak 2 atau 3 tahun sebelumnya, dan jadikan acuan. Untuk amannya, kalikan 2. Nah, dari sini kita akan mendapatkan gambaran yang lebih baik, bagaimana spesifikasi server yang akan dibutuhkan pada saat ini
2. Blade Servers
Blade servers adalah server dengan density yang sangat tinggi; karena satu server (ukuran 5U atau 6U) bisa terdiri dari puluhan blades, dimana setiap blade adalah sebuah server independen. Ada yang nyaris semua komponennya bisa diganti tanpa perlu shutdown, sehingga uptime-nya bisa mencapai bertahun-tahun tanpa masalah.
3. Green Servers
Green servers adalah server yang hemat listrik. Ketika ada banyak server di datacenter Anda, green servers bisa menghemat biaya listrik Anda secara signifikan – hemat listrik, dan hemat daya pendinginan ruangan.
4. Remote Servers.
Remote servers adalah server dengan remote management port dapat dikontrol sepenuhnya dari jarak jauh. Bahkan termasuk proses menghidupkannya dari kondisi mati total sekalipun.
5. Hot Swap
Hot swap adalah fasilitas server dimana suatu komponen server dapat diganti tanpa perlu mematikan server tersebut terlebih dahulu. Pada server yang penting dan perlu untuk selalu berfungsi, sebaiknya memiliki fitur ini, sehingga dapat tercapai uptime yang mendekati 100%.
Kebanyakan server bisa hot swap power supply & hard disk, namun beberapa server bahkan mampu untuk hot swap prosessor, memory, dan motherboard-nya.
6. Dual / Triple / Quad Power Supply
Hal ini adalah agar ketika salah satu power supply unit (PSU) di server mati, maka fungsinya diambil oleh PSU yang lainnya. Dan kemudian kita bisa mengganti PSU yang rusak tadi tanpa perlu mematikan server terlebih dahulu.
7. Lain-lain
LCD panel pada bagian depan casing server seringkali sangat berguna, karena kita dapat memeriksa status server tanpa perlu mengakses keyboard & monitor. Dari LCD panel ini saja bisa ketahuan berbagai hal seperti nama server yang bersangkutan, load server saat ini, free memory, free disk space, masalah yang sedang terjadi, masalah yang telah selesai, dan lain-lainnya.
E. Lain-lain
1. Rack / Tower
Server yang rack-mountable (bisa ditaruh di rak server) sangat menarik karena jadi mudah di manage, tidak banyak menghabiskan tempat, cenderung lebih hemat listrik, dan berbagai keuntungan lainnya. Namun, harganya memang cenderung agak lebih mahal jadinya dibandingkan dengan server dengan tipe casing tower.
2. Ukuran / Dimensi
Makin kecil ukuran server jelas akan semakin menarik, karena lebih hemat tempat. Namun, biasanya juga jadi lebih kecil kemampuan untuk upgradenya, atau malah jadi tidak bisa di upgrade sama sekali. Ini perlu dipertimbangkan dengan baik, agar tidak kecewa di masa depan.
3. Konfigurasi RAID
Konfigurasi RAID (Redundant Array of Independent Disks) kini ada banyak sekali, dan setiap jenis konfigurasinya tidak selalu cocok untuk setiap role server. Perlu pertimbangan yang baik sebelum memilih jenis RAID. Kekeliruan memilih konfigurasi RAID bisa menyebabkan performa yang jelek, reliabilitas sistem yang rendah, inefisiensi biaya, atau malah kombinasi dari berbagai masalah yang telah disebutkan ini.
4. Berat
Biasanya ini jarang sekali menjadi bahan pertimbangan. Perkecualian adalah ketika server-server Anda berada di gedung – kadang lantai gedung tidak kuat menampung beberapa rak server; dimana konsentrasi massa sangat besar pada footprint yang sangat kecil.
Nah dalam kasus ini, solusinya adalah dengan menyebarkan lokasi server-server (weight distribution), memperkuat lantai gedung (floor reinforcement), atau dengan memilih server-server dengan berat yang minimal.
5. Penggunaan daya listrik
Penggunaan daya listrik kini makin sering perlu menjadi pertimbangan, karena keterbatasan daya pada datacenter, dan/atau mahalnya biaya listrik pada saat ini. Server yang hemat listrik juga menghasilkan lebih sedikit panas, sehingga tidak membebani perangkat climate control / AC (air conditioning) di data center. Dan selain itu, makin besar daya yang diperlukan, maka makin besar pula kapasitas UPS (Uninterruptible Power Supply) yang perlu kita sediakan – dan ini tidaklah murah.
6. Technical Support
Secara default, biasanya server yang kita beli hanya mendapat layanan technical support dengan level standar – 9 to 5, Senin - Jum'at, 1 day response time. Untuk server-server yang critical, mungkin Anda akan perlu untuk meng upgrade level service nya menjadi seperti 7x24, 1 hours response time, same day parts replacement; ini hanya contoh, sesuaikanlah dengan keperluan & budget Anda.
Diposting oleh 123asd
Menetapkan spesifikasi server

Dalam suatu jaringan komputer, server merupakan sebuah komputer yang bertugas melayani permintaan tertentu dari komputer lain (client). Server merupakan suatu layanan terintegrasi pada jaringan komputer yang menggunakan sistem operasi tertentu ditambah dengan beberapa aplikasi tertentu dengan tujuan tertentu pula. Aplikasi – aplikasi ini perlu dipilih (baik jenis maupun versi yang digunakan) untuk keperluan yang sesuai dengan tujuan perancangan server tersebut. Disamping itu, karena PC server mempunyai tugas yang lebih berat jika dibandingkan dengan PC lain dalam jaringan tersebut, maka spasifikasi hardware perlu ditentukan dengan tepat.
Menetapkan spesikasi server
Setiap orang memiliki alasan sendiri untuk memilih dedicated server yang digunakan untuk bekerja dan membandingkan dengan pilihan pilihan lain. Untuk kebutuhan bisnis maupun individu telah ditetapkan bahwa kontrol, keamanan, dan performa (kecepatan, kestabilan, ketahanan) merupakan aspek yang paling penting. Sebuah dedicated server secara efektif akan menawarkan ketiga kreteria tersebut agar menyenangkan dan memuaskan klien. Setelah menetapkan bahwa dedicated server adalah pilihan terbaik bagi jaringan kita, langkah berikutnya dan seringkali sulit dilakukan adalah menetapkan spesifikasi server yang paling sesuai untuk kebutuhan tersebut. Kita harus melakukan penelitian dan menentukan parameter yang akan membantu kita memutuskan spesifikasi server yang digunakan.Tidak ada rumus tunggal untuk menetapkan spesifikasi PC yang dibutuhkan untuk server kita. Hal ini tergantung pada kebutuhan sumber daya yang kita kelola dengan server tersebut. Spesifikasi terbaik mungkin secara sederhana dapat ditetapkan untuk jangka waktu minimal satu tahun. Upgrade ke spesifikasi yang lebih tinggi dalam waktu kurang dari dua belas bulan bisa jadi membutuhkan biaya mahal. Kebutuhan sumber daya akan ditentukan oleh faktor – faktor misalnya bahasa pemrograman yang digunakan untuk mengembangkan website, lalu lintas yang diharapkan, ruang penyimpanan data, proses akan ditangani oleh situs, jenis keamanan dan hal – hal terkait lainnya.
Jika dilihat dari fisiknya, hardware server dapat dibagi menjadi dua yaitu :
- Dedicated server
Deicated server merupakan mesin yang secara khusus dirancang oleh vendor, baik secara fisik maupun fungsi untuk aplikasi tertentu. Masin ini mempunyai spesifikasi yang maksimal sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada client yang memanfaatkan layanannya.
- PC Server,
PC server merupakan komputer yang difungsikan sebagai penyedia aplikasi untuk keperluan jaringan komputer, misalnya mengatur lalu lintas, atau menyediakan layanan – layanan tertentu (file, web, email, dsb.). Untuk keperluan ini, spesifikasi PC harus diperhatikan. Karena jika spesifikasi kurang mendukung maka fungsi layanan dalam jaringan tersebut akan terganggu. Secara sederhana biasanya ditentukan spesifikasi server satu tingkat diatas client.
Contoh rekomendasi spesifikasi server yang disarankan oleh Operating Sistem Windows Server 2003 ditunjukkan tabel 1 untuk spesifikasi CPU dan tabel 2 untuk RAM
.
Table 1 CPU Requirements for Windows Server 2003
| Specification | Windows Server 2003, Standard Edition | Windows Server 2003, Enterprise Edition | Windows Server 2003, Datacenter Edition |
|---|---|---|---|
| Minimum recommended CPU speed | 550 MHz | 550 MHz | 550 MHz |
| Number of CPUs supported | 1–4 | 1–8 | 8–32 |
Table 2 Minimum and Maximum RAM for Windows Server 2003
| RAM Specification | Windows Server 2003, Standard Edition | Windows Server 2003, Enterprise Edition | Windows Server 2003, Datacenter Edition |
|---|---|---|---|
| Minimum recommended RAM | 256 MB | 256 MB | 512 MB minimum |
| Maximum RAM | 4 GB | 32 GB | 64 GB |
Tips :
Peritah - perintah untuk melihat spesifikasi server pada OS Linux
prtconf #
lscfg -vp
Aplikasi Server
Aplikasi server digunakan untuk melayani berbagai kebutuhan
client yang ada dalam jaringan tersebut. Jaringan yang
dimaksud dapat berukuran kecil (LAN), menengah (MAN) maupun
jaringan besar (WAN – Internet). Sehingga pemilihan aplikasi,
baik jenis maupun versinya, juga harus memperhatikan ukuran
jaringa tersebut.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah keperluan aplikasi
tersebut, apakah digunakan untuk penyedia layanan atau
sebagai pengelola lalu lintas jaringan. Dari kategori tersebut
dapat dikategorikan aplikasi server berdasarkan keperluannya yaitu
:
- Aplikasi penyedia / penunjang layanan jaringan komputerAplikasi jenis ini misalnya : DNS server, Proxy server, Web, Database server, DHCP server, Mail server, ssh server, file – printer server, ftp server, dsb. Aplikasi – aplikasi ini akan melayani client sesuai dengan kebutuhannya. Seringkali satu server harus menjalankan berbagai aplikasi server, atau hanya satu aplikasi saja yang dijalankan.
- Aplikasi pengelola lalu lintas jaringanAplikasi jenis ini misalnya : monitoring trafic, routing, menejemen jaringan (mis. User account, password).
Penugasan
- Apa saja yang harus diperhatikan dalam menentukan spesifikasi server (baik yang dedicated maupun PC server)?
- Buatlah urutan / tata kerja jika anda diminta untuk menentukan spesifikasi server suatu jaringan di sekolah!
Referance :
